Viral, Pengemudi Ojek "Online" ini Dipaksa Nikahi Penumpang Wanita

Sadarul, seorang pria yang dipaksa menikah oleh seorang wanita yang minta diantarnya di Makassar, Sulawesi Selatan

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Viral, Pengemudi Ojek "Online" Dipaksa Nikahi Penumpang Wanita", https://regional.kompas.com/read/2018/03/22/07121361/viral-pengemudi-ojek-online-dipaksa-nikahi-penumpang-wanita.
Penulis : Kontributor Makassar, Hendra Cipto
 || Kompas.com
Pagipagi.online - Kabar seorang pengemudi ojek online di Makassar, Sulawesi Selatan, dipaksa menikahi penumpang wanitanya viral di media sosial. Adalah Sadarul (21) yang disebut sebagai pengemudi ojek online. 

Saat dikonfirmasi, Sadarul membantah bahwa dirinya bukanlah pengemudi ojek online. Namun, kejadian dirinya dipaksa untuk menikahi perempuan yang diboncengnya adalah benar dialaminya.

Sadarul mengatakan, hari itu, Rizal, temannya yang adalah pengemudi ojek online menghubunginya. Rizal minta tolong untuk mengantarkan teman wanitanya yang bernama Amelia Dewi. Dia pun menyanggupi lalu menjemput Amelia di Jalan Hertasning yang tak jauh dari rumah kosnya. 

Saat bertemu, Amelia meminta mampir dulu ke rumah kos Sadarul di Jalan Emisaelan untuk minum air putih karena kehausan. Dia mengaku baru saja selesai berolahraga. Tanpa curiga, Sadarul membawa Amelia ke rumah kosnya yang memang tak jauh dari lokasi jemputannya. 

"Jadi baru sehari sudah ketemu, besoknya Amelia datang lagi ke rumah kos dan memaksa saya mengantarkan dirinya untuk jalan-jalan. Tapi saya tidak bisa karena saya baru tiba dari kampung di Kabupaten Takalar," kata Sadarul. 

Dengan alasan kelelahan habis perjalanan jauh, Sadarul menolak ajakan Amelia. Tetapi, Amelia tetap memaksa, bahkan nekat menunggu di depan pintu pagar rumah kos. Sadarul mulai curiga. "Bukan saya saja yang resah, tapi penghuni kos lainnya. 

Amelia memaksa mau masuk, tapi tidak diperbolehkan. Dia sempat memanjat pagar dan melempari kaca jendela kamar kos. Tapi kami semua diamkan saja sampai dia tertidur di depan pintu pagar," tuturnya. 

Keesokan harinya pun, lanjut Sadarul, Amelia tetap masih menunggu di depan rumah kos. Akhirnya, Sadarul menghubungi kembali rekannya, Rizal, agar datang menjemput temannya itu. "Tapi, Rizal tidak mau datang, sampai akhirnya Amelia memaksa diantarkan ke Departemen Agama di Jalan Rappocini. Agar masalah selesai, saya antar dia ke Departemen Agama. 

Ternyata, Amelia meminta dinikahi. Saya pun menolak dan warga banyak berdatangan saat saya terlibat cekcok. Saya pun meminta warga agar mengamankan Amelia sambil menunggu polisi datang," ungkapnya.

Aparat kepolisian pun datang menjemput Sadarul dan Amelia. Keduanya lalu dibawa ke Markas Polsekta Rappocini untuk dimintai keterangan. "Saat di Polsekta Rappocini, keponakan Amelia datang menjemput tantenya itu. Keponakan Amelia mengaku, tantenya mengalami kelainan jiwa. Masalah pun selesai dan saya cabut laporan," ungkapnya.

Tanpa tak disangka, keesokan harinya Amelia datang lagi bersama anggota Polsekta Panakukang. Di situ, Sadarul dituduh telah melakukan pemerkosaan. Namun, setelah diselidiki oleh aparat kepolisian, laporan Amelia adalah palsu. 

"Saya sempat kaget, termasuk juga dengan penghuni rumah kos lainnya. Teman-teman kos bilang, kita dapat masalah besar ini dituduh melakukan pemerkosaan. Tapi saat di Polsekta Panakukang, ada seorang polwan yang mengenali Amelia. Polwan itu pernah menangani kasus Amelia dengan laporan yang sama. Polwan itu pun menegaskan bahwa Amelia mengidap gangguan kejiwaan," ungkapnya.


Ingin buktikan tuhan itu nyata wanita ini tabrakkan mobil ke tiang

Bakari Warren, perempuan yang menabrakkan mobil hanya untuk memberi tahu anak-anaknya bahwa Tuhan itu ada.(Oddity Central/Norcross Police Department)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ingin Buktikan Tuhan Itu Nyata, Wanita Ini Tabrakkan Mobil ke Tiang", https://internasional.kompas.com/read/2018/03/27/14403621/ingin-buktikan-tuhan-itu-nyata-wanita-ini-tabrakkan-mobil-ke-tiang.
Penulis : Ardi Priyatno Utomo
 Editor : Ardi Priyatno Utomo. Kompas.com)
Pagipagi.online - Seorang wanita di Georgia, Amerika Serikat ( AS) dijebloskan ke penjara setelah menabrakkan mobil jenis SUV ke tiang beton. Dalam rekaman CCTV jalan, Bakari Warren awalnya mengemudi ke arah Peachtree Industrial Boulevardi Gwinnett County, sebelum tiba-tiba berbelok dan menghantam tiang beton.

Dilansir Oddity Central Senin (26/3/2018), kedua anaknya yang berusia 5 dan 7 tahun, duduk di kursi belakang, selamat tanpa mengalami luka sedikitpun.

Lantas, apa yang membuat Warren melakukan aksi senekat itu? Diinterogasi Kepolisian Norcross, perempuan 25 tahun itu ingin menunjukkan ke anak-anaknya bahwa Tuhan itu nyata. Pengakuan Warren didukung oleh anaknya. Mereka berdua berkata, ketika mengemudikan mobilnya, Warren dilaporkan menutup mata. "Ibu berkata 'bla bla bla, saya mencintai Tuhan'. Dia bilang, Tuhan akan menyelamatkan kami jika percaya kepada-Nya," ujar putri Warren yang tidak disebutkan identitasnya itu.

Meski begitu, dalam pembelaannya, Warren bersikeras kalau dia telah meminta anaknya untuk mengencangkan sabuk pengamannya sebelum menaikkan kecepatan mobil. Tetap saja, polisi tidak bisa melihat alasan itu meringankan Warren. Dia tetap dipenjara, dan baru bisa bebas dengan jaminan 22.000 dolar AS, sekitar Rp 301,8 juta. Sersan Polisi Norcross Eric Butynski mengaku tidak bisa memahami jalan pikiran Warren. "Bisa saja mereka berakhir lebih buruk," katanya dilansir WSB. Baca juga : Keterlambatan Kereta di Sydney Disebut Takdir Tuhan


Back To Top